Minggu, 05 Mei 2013

Kasus Muratara kuat unsur politik

Palembang - Tokoh Akademisi sekaligus Pengawas Eksternal Polda Sumsel, Prof Amzulian meminta kepada para tokoh dan politikus untuk tidak memanfaatkan moment kisruh Musi Rawa Utara (Muratara) untuk kepentingan pribadi dengan mengorbankan masyarakat. Hal itu menyusul dengan anggapan banyak masyarakat yang menilai hal tersebut sebagai momentum pas politik demi kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan. "Saya lihat ada yang bermain disini, dan mengorbankan masyarakat untuk kepentingannya sendiri. Sehingga, dibenturkan antara masyarakat dan Polri," tegas Amzulian , Selasa (30/4/2013). Amzulian-pun bertanya, mengapa kasus tersebut mengorbankan masyarakat, tidak seperti DOB PALI yang dinilainya kompak dari sisi adminisrasi. Sehingga, lanjutnya, seluruh komponen masyarakat mendukung pemekaran Muratara. "Saya minta jangan ada korban sia-sia baik itu polisi maupun masyarakat. Apalagi kejadian ada indikasi politisir kuat. Tarik kiri-kanan sehingga rakyat dikorbankan. Kalau jabatan bupati/walikota dan gubernur hanya lima tahun. Tetapi, apakah nyawa melayang tidak bisa dikembalikan selama lima tahun jabatan. Berpolitiklah yang santun, jangan ada kepentingan dan masyarakat dikorbankan," ungkapnya. Dia juga meminta kepada Polri secara internal untuk introspeksi. Apakah sudah jalankan protaf dalam melakukan penindakan massa?, Kapan mengeluarkan tembakan, dan peluru apa yang digunakan itu harus diselesaikan. "Sedangkan eksternal juga harus di telusuri, siapa yang memprovokasi. Karena, pasti ada di belakangnya, dan membela sebelah pihak. Misalnya ada massa hentikan Jalan Trans Sumatera. Polri pasti menjalankan tugasnya. Ada tahapan yang dilakukan," jelasnya. (Sindonews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Total Pageviews

Return to top of page Copyright © 2012 | muratara.com Converted into Blogger Template by wongblagak