Selasa, 15 Januari 2013

Suban IV "diberikan" ke MUBA

PALEMBANG - Seperti diperkirakan jika persoalan sengketa Tapal Batas antara Kabupaten Musi Rawas (MURA) dan Musi Banyu Asin (MUBA) Propinsi Sumatera Selatan diputuskan Oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Suban IV yang menjadi Wilayah Sengketa akan diserahkan Kepada Kabupaten MUBA. Ini bisa dimengerti karena ada Ikatan emosional Alex sebagai Manta Bupati MUBA terdahulu sebelum Bupati sekarang Pahri Azhari. Selain itu kepentingan politis untuk populer di masyarakat Calon Kabupaten baru MURATARA ditenggarai dikedepankan dalam penyelesaian sengketa ini, seperti diketahui dalam beberapa bulan kedepan Persaingan Personal antara Alex Noerdin dan H Ridwan Mukti (Bupati Musi Rawas) kental terasa. Perebutan lahan sumur gas dan minyak (Suban) IV antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Musirawas (Mura) akhirnya lokasi tersebut dikembalikan ke Kabupaten Muba.Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar di Griya Agung,Palembang, Senin (14/1) sore. Peserta rapat koordinasi seperti Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mura , Ridho Syarif, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi dan Ketua Presedium Muratara, Syarkowi Widjaya dan disaksikan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, para peserta rapat menyepakati dan menyetujui hasil rapat tersebut. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai memimpin rapat permasalahan Suban IV mengatakan, bahwa kini Suban IV dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Muba dan itu sudah disetujui dalam rapat bersama. Menurut gubernur, selama ini Suban IV dipermasalahan antara dua kabupaten, yakni Mura dan Muba, namun rapat memutuskan areal tersebut dikembalikan ke Muba. “Memang, sebelumnya Suban IV selama ini berada di Musi Banyuasin tetapi beberapa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menyatakan areal tersebut masuk lokasi mereka,” katanya. Dengan hasil rapat tersebut maka Suban IV tidak perlu dipermasalahkan lagi karena rapat sudah memutuskan. Sementara Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi mengatakan, memang hasil keputusan rapat Suban IV kembali ke Muba. “Namun, itu baru penyerahan, sementara proses administrasi masih akan diusulkan ke pemerintah pusat, Yang jelas, kami masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Agung mengenai administrasi Suban IV tersebut,”katanya. Sedangkan kuasa hukum, Pemkab Muba, Alamsyah Hanafiah SH mengatakan dalam rapat koordinasi tersebut Sekda Mura yang mewakili Bupati Mura, Ridwan Mukti uga menerima keputusan tersebut. “ Setelah rapat tersebut pak Gubernur H Alex Noedin akan akan membuatsurat ke Mendagri untuk Permendagri yang berisikan kalau Suban IV Milik Mura,”katanya. Karena menurut Alamsyah salah satu fakta yang dimiliki pihak Pemkab Mura yang mendasarkan suban IV milik Mura pada peta topografi tahun 1926 milik pemerintah Belanda yang tidak diakui lagi dan peta yang diakui adalah peta topografi milik pemerintah Indonesia yang dipegang Pemkab Muba dimana Suban IV milik Pemkab Muba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Total Pageviews

Return to top of page Copyright © 2012 | muratara.com Converted into Blogger Template by wongblagak